Ini beberapa alasan saya sangat membenci terorisme yang berhubungan dengan apa yang saya bela bagi kepentingan bangsa dan negara :
1. Kerugian Negara puluhan triliun secara potensial karena terancam gagal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
2. Kerugian riil Indonesia 30-50 miliar Rupiah akibat gagalnya Manchester United datang ke Indonesia.
3. Terpukulnya sektor pariwisata Indonesia akibat hajaran brutal dari pelaku terorisme
4. Terpukulnya kepercayaan dari pihak Uni Eropa yang baru saja membuka kawasannya untuk penerbangan dari Indonesia secara langsung ke Uni Eropa akibat dari ancaman terorisme. Adanya pukulan bagi tim terkenal dari Inggris (Uni Eropa) merupakan tantangan berat bagi kepercayaan terhadap Indonesia dalam sisi pengamanan terorisme (internasional).
5. Terpukulnya kepercayaan dari pihak Amerika Serikat akibat bom-bom pelaku terorisme yang meledak di depan hotel yang sangat dipercayai oleh pejabat dan warga negara Amerika yaitu Ritz Carlton dan J. W. Marriot yg kebetulan kantor pusatnya ada di Amerika Serikat.
6. Terorisme yang pernah mengadakan pencobaan pembunuhan terhadap Pak Susilo Bambang Yudhoyono dan untunglah pelaku sudah ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur Mei lalu sebelum acara Ulang Tahun Koperasi diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur. Kebetulan saya sangat membela ekonomi rakyat terutama Koperasi dan UMKM belakangan ini.
7. Keberhasilan para pelaku terorisme yang sangat biadab dalam men-Adu Domba para calon presiden-wakil presiden Indonesia 2009 dalam bersengketa politis satu sama lain. Para pelaku terorisme sangat lihai memanfaatkan momentum pemilihan presiden 2009 ini untuk memprovokasi para capres-cawapres yg kalah dengan capres-cawapres yang terpilih dalam dalam hitung cepat.
8. Kejadian bom yang sangat dekat dengan tempat ibadah saya yang ada di Mall Ambassador.
9. Pacar saya jam 7 pagi lewat sedikit tanggal 17 Juli 2009 berada di depan hotel J. W. Marriot dan untunglah dia berhasil pergi dengan selamat ke tempat kerja sebelum kejadian bom terjadi. Sungguh muzizat sekali bagi dia, sedikit terlambat pergi bisa-bisa kena bom karena dia setiap hari mau kerja pasti nunggu bus di depan J. W. Marriot.
10. Teman-teman saya yang tinggal di apartemen sekitar J. W. Marriot dan Ritz Carlton pasti sedang gelisah mendengar ancaman terorisme ini.
Terorisme adalah sekumpulan orang-orang sangat gila yang tidak berpikir realistik dengan dunia (bumi) ini dan tidak mempunyai pikiran yang sehat di dalam dirinya.
